Haji dan Umroh

HAJI DAN UMROH

Definisi Haji:
Haji dari sudut bahasa: Menuju kepada Allah Yang Maha Agung.
Haji dari sudut Syar’y: Mengabdikan diri kepada Allah s.w.t dengan mengerjakan ibadat Haji. Ia adalah pekerjaan-pekerjaan tertentu yang dikerjakan pada masa, tempat dan cara tertentu.
Semua Madzhab bersependapat tentang definisi Haji.
Hukum dan Dalilnya:
Ibadat Haji difardhukan sekali seumur hidup bagi setiap orang Islam, samada lelaki atau perempuan.
Dalil dari al-Quran:
Firman Allah S.W.T:
“Dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadat Haji dengan mengunjungi Baitullah yaitu barangsiapa yang mampu sampai kepadanya dan barang siapa yang kufur (mengingkari kewajiban ibadat Haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajatkan sesuatu pun) dari sekalian makhluk”.
Allah s.w.t telah memfardhukan ibadat Haji pada tahun ke sembilan hijrah dan Nabi s.a.w tidak pernah mengerjakan ibadat Haji kecuali Haji Wada’.

Dalil dari hadits:
Rasulullah S.A.W bersabda yang bermaksud: ” Islam dibina atas lima dasar“. Beliau menyebutkan satu persatu dan yang ke lima adalah “ibadah haji”.
Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud: “Tidak ada pahala bagi ibadah haji yang mabrur kecuali surga”
Sabda Rasulullah S.A.W yang maksudnya: ”Wahai umatku semua. Sesungguhnya Allah SWT telah memfardlukan ibadah haji kepada kalian. Maka hendaknya kalian mengerjakannya“. Lalu seorang laki-laki bertanya: “Apakah wajib dikerjakan setiap tahun ya Rosulalloh?” Rasulullah SAW berdiam sampai penanya tadi mengulangi pertanyaannya tiga kali lalu Beliau menjawab: “Jika aku katakan “ya” niscaya kalian wajib melaksanakannya setiap tahun. Oleh karena itu kerjakanlah ibadah haji ketika kalian ada kemampuan“.
Semua imam-imam bersependapat bahwa ibadat Haji adalah fardhu bagi yang ada kemampuan dan rukun Islam ke lima .

SERUAN MENUNAIKAN IBADAH HAJI
Setelah Nabi Ibrahim a.s selesai membangun Ka’bah, Allah s.w.t memerintahkannya supaya menyeru umat manusia untuk mengerjakan Haji, sebagaimana firman Allah S.W.T:
Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus [985] yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (Q.S. Al-Hajj 27)
Nabi Ibrahim al-Khalil berkata: Wahai Tuhan! Apakah yang akan menyampaikan suaraku? Lalu Allah Yang Maha Agung menjawab: “Serulah, Aku yang akan menyampaikannya”. Lalu Nabi Ibrahim a.s menaiki bukit Abu Qubais, lantas memasukkan jari ke dalam ke dua belah telinganya sambil menghadap ke arah timur dan barat sambil menyeru: “Wahai sekalian manusia! Diwajibkan ke atas kamu untuk menunaikan ibadat Haji di Baitul Atiq, oleh itu sahutlah seruan Tuhan kamu Yang Maha Agung”. Seruan tersebut telah didengarkan oleh setiap orang yang berada di dalam salbi kaum lelaki dan setiap yang berada di dalam rahim-rahim perempuan. Seruan tersebut juga telah disahut oleh setiap orang yang berada dalam pengetahuan Allah s.w.t bahwa dia akan menunaikan ibadat Haji, sampai hari Kiamat. Mereka semua berkata: (LABBAIK ALLOHUMMA LABBAIK) Artinya: (Telah aku penuhi seruanMu wahai Tuhanku, telah aku penuhi seruanMu).

Dalam proses

D

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: